
CILEGON – Guna memperluas wawasan mengenai dunia industri dan kemaritiman, siswa kelas VIII SMPIT Insan Cita Serang melaksanakan kunjungan studi (outing class) ke PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Cilegon, pada Jumat (06/02/2026).
Kunjungan ke operator Pelabuhan Cigading—pelabuhan curah kering terbesar di Indonesia—ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada rantai pasok logistik nasional serta melihat langsung aktivitas bongkar muat barang dalam skala masif.
Setibanya di lokasi, rombongan siswa disambut oleh tim Humas dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) PT KBS. Sebelum berkeliling, para siswa dibekali dengan induksi keselamatan (safety induction) yang merupakan prosedur wajib di area industri objek vital nasional.
Kegiatan inti berupa port tour menjadi momen yang paling dinanti. Para siswa diajak melihat langsung aktivitas di dermaga. Mata mereka tampak takjub menyaksikan kapal-kapal kargo raksasa (mother vessel) yang sedang bersandar, serta deretan crane dan conveyor belt yang bekerja memindahkan material logistik seperti bijih besi, batubara, dan gandum (grain) menuju gudang penyimpanan (integrated warehouse).
Tidak hanya melihat fisik pelabuhan, siswa juga mendapatkan pemaparan materi di ruang auditorium mengenai bagaimana sebuah pelabuhan modern dikelola.
Narasumber dari PT KBS menjelaskan transformasi pelabuhan yang kini serba digital (Smart Port). Siswa belajar mengenai:
Alur Logistik: Bagaimana barang dari luar negeri masuk ke Indonesia melalui laut.
Peran Strategis: Posisi Selat Sunda dan Banten sebagai gerbang ekonomi nasional.
Teknologi: Penggunaan sistem otomatisasi yang mengurangi tenaga manusia namun meningkatkan efisiensi.
"Sangat mengesankan melihat bagaimana teknologi mengatur ribuan ton barang setiap harinya. Ini membuka mata saya bahwa dunia maritim itu sangat luas dan penuh teknologi canggih," ujar Faris, siswa kelas VIII dengan antusias.
Kepala Sekolah atau perwakilan guru pendamping SMPIT Insan Cita Serang menyampaikan bahwa kunjungan ini dirancang khusus untuk siswa kelas VIII agar mereka mulai memiliki gambaran mengenai berbagai profesi di masa depan.
"Kami ingin para siswa tidak hanya tahu teori di kelas. Dengan melihat langsung operasional di Krakatau Bandar Samudera, kami berharap tumbuh minat mereka pada bidang teknik, logistik, dan kemaritiman. Banten adalah kota industri, dan anak-anak inilah yang nantinya akan memegang peran penting di sana," ungkapnya.
Selain aspek teknis, kunjungan ini juga mengajarkan siswa tentang budaya kerja industri yang disiplin dan mengutamakan keselamatan. Penerapan aturan K3 yang ketat di lingkungan KBS menjadi pelajaran berharga bagi siswa tentang pentingnya kepatuhan terhadap prosedur (SOP) dalam dunia kerja profesional.
Kunjungan studi berakhir menjelang siang hari, ditutup dengan sesi foto bersama dengan latar belakang dermaga dan kapal, serta penyerahan plakat kenang-kenangan antara pihak sekolah dan manajemen perusahaan.

