Digital Marketing Agency SEO Agency Social Media Agency Pesantren Terpadu Insan Cita Serang - Detail Berita
Merawat Tradisi Ulama: Cara Pesantren Terpadu Insan Cita Serang Rayakan Isra Mi'raj Lewat Uji Kitab Kuning

SERANG – Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Pesantren Terpadu Insan Cita Serang pada Kamis (15/1/2026) berlangsung berbeda. Tidak sekadar seremoni keagamaan, momentum ini dijadikan ajang pembuktian kompetensi santri dalam penguasaan Turats atau Kitab Kuning.

Di tengah gempuran modernitas, Pesantren Terpadu Insan Cita Serang tetap teguh menjadikan pengkajian Kitab Kuning sebagai salah satu program unggulan (flagship), bersanding dengan program Tahsin dan Tahfidz Al-Qur'an, Bahasa Internasional (Arab dan Inggris) dan Bina Pribadi Islami. Hal ini menjadi keistimewaan tersendiri, mengingat pendalaman kitab gundul (tanpa harakat) kerap mulai ditinggalkan atau menjadi sekadar pelengkap di banyak pesantren berbasis modern.

Penguasaan Ilmu Alat dan Fikih

Dalam rangkaian peringatan Isra Mi'raj ini, digelar lomba Qiroatul Kutub yang menjadi sorotan utama. Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ujian praktik atas ilmu yang telah dipelajari santri sehari-hari.

Pihak pesantren menyadari bahwa untuk memahami kedalaman khazanah Islam, santri harus dibekali dengan "ilmu alat" (Nahwu dan Shorof) yang mumpuni. Kemampuan ini difokuskan untuk membantu santri memperdalam ilmu Fikih langsung dari sumber aslinya.

"Kami ingin memastikan santri tidak hanya hafal Al-Qur'an, tetapi juga mampu membaca, menerjemahkan, dan menafsirkan teks-teks klasik. Ini adalah tradisi keilmuan ulama yang harus dijaga, dan di Insan Cita, ini adalah prioritas," ujar Ustadzah Neneng Nurhasanah, panitia acara.

Melalui kompetisi ini, santri diuji kemampuannya dalam membedah teks Arab gundul, memberikan makna, serta menjelaskan konteks hukum (Fikih) yang terkandung di dalamnya di hadapan para asatidz penguji.

Membangun Generasi Ulama-Intelektual

Selain Qiroatul Kutub, kemeriahan acara juga diisi dengan lomba Desain Poster Islami, Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), dan Ranking 1. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mencetak profil lulusan Pesantren Terpadu Insan Cita yang seimbang: memiliki wawasan modern, kreatif, namun memiliki akar keilmuan Islam (Tafaqquh Fiddin) yang kuat melalui penguasaan Kitab Kuning.