Digital Marketing Agency SEO Agency Social Media Agency Pesantren Terpadu Insan Cita Serang - Detail Berita
Dari Riset ke Mimbar Ilmiah: Sidang Karya Tulis Ilmiah Siswa Kelas XI SMAIT Insan Cita Serang Tahun 2026

SMAIT Insan Cita Serang kembali menggelar salah satu program unggulannya, yaitu Sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi siswa kelas XI. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian panjang proses pembelajaran berbasis penelitian yang wajib diikuti oleh seluruh siswa setiap tahunnya.

Selama lima hari, sejak Jumat, 17 April hingga Selasa, 21 April 2026, ruang-ruang sidang di sekolah berubah menjadi panggung ilmiah. Di sinilah para siswa mempresentasikan hasil penelitian yang telah mereka perjuangkan selama berbulan-bulan. Dengan penuh kesungguhan, mereka berdiri di hadapan para penguji, memaparkan gagasan, data, serta temuan mereka melalui salindia yang telah disiapkan dengan matang.

Sidang ini sejatinya merupakan puncak dari proses panjang yang penuh tantangan. Program KTI di SMAIT Insan Cita Serang dirancang sebagai wahana pembelajaran berbasis riset yang komprehensif. Siswa bukan  hanya diminta menulis, tetapi benar-benar “hidup” dalam proses ilmiah: mulai dari merumuskan masalah, mengajukan judul, melakukan observasi dan penelitian lapangan, hingga menjalani bimbingan intensif bersama guru pembimbing KTI.

Berbulan-bulan mereka bergulat dengan data, merevisi tulisan, memperbaiki metodologi, bahkan menghadapi kebuntuan berpikir. Diharapkan, dari situlah lahir ketangguhan, kemandirian, dan kedewasaan akademik yang tidak bisa diperoleh secara instan.

Yang membuat sidang KTI tahun ini semakin istimewa adalah keberagaman topik yang diangkat oleh para siswa. Tidak hanya aktual, tetapi juga dekat dengan realitas kehidupan dan sarat nilai kebermanfaatan.

Karin, misalnya, mengangkat isu kesehatan mental dengan meneliti tekanan akademik terhadap tingkat stres siswi. Di sisi lain, Annida menghadirkan solusi kreatif dengan mengolah minyak jelantah menjadi sabun padat ramah lingkungan. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.

Liyana menyoroti pentingnya pola asuh orang tua dalam membentuk kesehatan mental remaja, sementara Najma mengupas pengaruh teman sebaya terhadap perilaku merokok siswa. Fenomena kekinian pun tak luput dari perhatian, seperti yang diteliti oleh Atsil tentang doomscrolling dan dampaknya terhadap stres serta konsentrasi belajar.

Tak kalah menarik, Syaza membawa perspektif ekonomi dan pariwisata melalui analisis perbandingan kunjungan wisatawan di Yogyakarta dan Bali. Arin menyoroti potensi tanaman porang sebagai peluang ekonomi masyarakat, sementara Intan menggali kembali khazanah pengobatan tradisional melalui ramuan jahe, kunyit, dan serai.

Dalam ranah budaya dan sejarah, Khalisha mengangkat makna filosofis batik tradisional Banten, sedangkan Umay menghadirkan keteladanan kepemimpinan Sultan Mehmed II dalam penaklukan Konstantinopel sebagai inspirasi bagi pelajar Muslim masa kini. Bahkan, isu-isu reflektif seperti yang diangkat Farisi tentang hakikat kejahatan dalam perspektif Islam menunjukkan kedalaman berpikir para siswa.

Setiap judul menjadi representasi dari kepedulian, rasa ingin tahu, dan keberanian siswa dalam merespons persoalan di sekitarnya.

Sidang ini juga menghadirkan para penguji yang kompeten dan beragam latar belakang, mulai dari pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Insan Cita Serang, Kepala SMAIT dan SMPIT Insan Cita Serang, bagian kurikulum dan kesiswaan, pengurus nasional Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), hingga penguji eksternal dari luar lembaga pendidikan.

Salah satu penguji eksternal, Bapak Hervin Kusbernasi, S.Sos., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap program ini. Beliau berharap kegiatan KTI ini mampu menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan serta meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa.

Menariknya, proses tidak berhenti setelah sidang. Karya tulis ilmiah yang telah melewati tahap revisi akan dihimpun menjadi sebuah buku kumpulan KTI siswa. Buku ini nantinya menjadi bukti nyata bahwa siswa SMAIT Insan Cita Serang mampu menghasilkan karya intelektual yang layak dibaca, diapresiasi, dan bahkan menginspirasi.

Melalui program ini, SMAIT Insan Cita Serang terus berupaya membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, peka terhadap permasalahan, serta berani menawarkan solusi. Inilah wajah pendidikan yang ingin bersama kita wujudkan, bahwa proses belajar tak terbatas pada kegiatan mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan proses belajar yang bermakna.

Sidang KTI 2026 merupakan sebuah perayaan  intelektual sederhana, tempat di mana ide-ide muda menemukan suaranya, dan masa depan mulai ditulis dengan penuh kesadaran.