
SERANG — Pesantren Terpadu Insan Cita Serang resmi meluncurkan gerakan Donasi Sampah Plastik sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran ekologis di lingkungan pondok pesantren sekaligus mengedukasi para santri mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Melalui program ini, para santri dilibatkan langsung dalam memilah sampah plastik yang masih dapat didaur ulang dari sumbernya. Sampah berupa botol bekas, kemasan plastik, dan wadah daur ulang lainnya dikumpulkan di tempat khusus dari lingkungan asrama, ruang kelas, serta area kegiatan santri.
Apriyani, Kepala UKS, menegaskan bahwa gerakan ini tidak sekadar aksi pembersihan rutin, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter santri agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
“Santri tidak hanya dididik dalam ilmu agama dan akademis, tetapi juga diajarkan untuk menjaga bumi sebagai wujud rasa syukur. Melalui Donasi Sampah Plastik, kami ingin menanamkan kebiasaan bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil, yaitu memilah sampah yang kita hasilkan sendiri,” ujar Apriyani.
Sampah plastik yang telah dipilah oleh para santri nantinya akan disalurkan ke mitra pengelola daur ulang. Hasil dari pengelolaan donasi sampah tersebut rencananya akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan edukasi lingkungan dan program sosial santri.
Melalui peluncuran gerakan Donasi Sampah Plastik ini, Pesantren Terpadu Insan Cita Serang berharap dapat menjadi pelopor kawasan edukasi yang bersih, hijau, dan ramah lingkungan di wilayah Serang dan sekitarnya.

