Hari Rabu, 31 Januari 2018, maju seorang santri dengan rambut lurus berperawakan agak tinggi untuk menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) di atas mimbar Masjid Al-Iman Pesantren Terpadu Insan Cita Serang (ICS) Kp. Cikundur RT.03/03 Desa Gunungsari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Serang Banten.

Seluruh santri menyimak Kultum yang disampaikan Wildan yang berjudul “Optimis”.

“Kita harus optimis. Ingat bahwa jika kita menang maka teman-teman kita akan tahu siapa kita. Dan jika kita kalah maka kita akan tahu siapa teman kita” pungkasnya.

Kemudian dengan tenang santri tersebut turun dari mimbar untuk menghampiri teman-temannya kembali.

Siapa dia? Dialah Wildan Mubarok, santri SMPIT Insan Cita Serang (ICS) Banten kelas 8 Umar bin Khattab. Dialah sang juara lomba IPS dalam Olimpiade JSIT (O-JSIT) Banten Korda 1 2018 belum lama ini (27/1/2018l).

Putra dari Bapak Mahfud, S.K.H. dan Ibu Bai Solihah, S.Pd. ini berhasil mengalahkan peserta dari Sekolah-Sekolah Islam Terpadu yang lebih tua dari ICS di 5 Kabupaten/Kota (Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak).

Santri yang periang dan sopan ini, ketika ditanya tentang cara belajar, mengatakan kalau dia belajar di tempat yang sunyi dan diulang-ulang.

“Saya susah kalau belajar di tengah kebisingan, lebih senang belajar di tempat yang sunyi. Ditambah dengan sering mengulang-ulang yang sudah dipelajari. Bahkan karena di pondok jadi mudah bertanya ke ustadz atau ustadzah kalau ada hal yang tidak dimengerti” jelas Wildan, biasa disapa.

Ketika ditanya “apa cita-cita antum?”.

“Ingin mengubah negara menjadi lebih baik dari sekarang” jawab santri kelahiran Tangerang, 30 Mei 2004 ini.

Cita-cita yang luar biasa. Kita doakan agar Widan bisa benar-benar mewujudkan impiannya untuk mengubah negara.

Ketika diminta pesan kepada teman-temannya santri ICS agar juga maju serta meraih prestasi, santri yang hobi baca buku ini juga berharap teman-teman santri ICS yang lain juga bersemangat dalam belajar agar sama-sama meraih kesuksesan di masa yang akan datang.

“Ayo kita sama-sama berusaha lebih keras lagi dan tidak menyerah pada keadaan agar sukses bisa kita raih ketika telah dewasa nanti” pungkas beliau mengakhiri obrolan dengan penulis.

Semoga kedepan Wildan dan semua santri-santri ICS bisa menjadi anak yang membanggakan orangtua, guru, keluarga dalam menjayakan agama dan bangsa. Aamiin (feby/yahya)

WhatsApp chat