Meningkatkan mutu dan kualitas guru adalah sebuah keniscayaan. Terutama bagi sebuah lembaga pendidikan yang ingin terus berkembang dan maju ke depan. Menyadari hal tersebut, SMPIT – SMAIT Insan Cita Serang mengadakan “Training Guru Profesional” bagi dewan guru. Kegiatan Training guru profesional ini adalah kegiatan rutin yang di selenggarakan oleh sekolah yang pada kesempatan ini diadakan di Kampus Pesantren Terpadu Insan Cita Serang (ICS) pada hari sabtu (22/09/2018) yang lalu.

Dalam training kali ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Rahmatan Lil ‘Aalamiin Gunungsari yang juga merupakan Pengasuh Pesantren Terpadu Insan Cita Serang (ICS), KH. Sudarman Ibnu Murtadho, Lc. Dalam sambutannya, Pak Kyai berpesan agar para ustadz/ustadzat terus mengembangkan diri dalam meningkatkan mutu sekolah dan pesantren. “Hendaknya para ustadz/Ustadzat yang mengajar terus mengembangkan dirinya menjadi lebih baik. Dengan guru yang profesional maka sekolah pun akan menjadi berkualitas. Selain menjadi guru yang berkualitas, guru juga hendaknya mendidik dengan rasa cinta dan penuh keteladanan” pesannya.

Training yang dimulai 13.00 Wib dan berakhir menjelang maghrib ini mengangkat tema “Menjadi Guru Profesional Yang Mendidik Dengan Cinta Dan Keteladanan”.

Membuat Peta Masalah Dengan Main – Main Origami

Materi yang dibahas pada kesempatan ini adalah  “Project/Problem Based Learning (PBL)” dengan menghadirkan pembicara yang luar biasa, yaitu Dr. Yessy Yanita Sari, M.Pd. Pembiacara yang diundang untuk memberikan pencerahan kepada dewan asatidz/ustadzat ini memiliki banyak aktifitas, seperti menjadi Pengurus Pusat JSIT Indonesia, Divisi Penjaminan Mutu SIT, Dosen Pascasarja UHAMKA Jakarta, Penulis Buku, Pakar Parenting, Ketua Yayasan dan lain – lain.

Pembicara yang luar biasa ini mampu meng-create kegiatan dengan sangat menarik sehingga membuat para peserta menjadi sangat bersemangat. Peserta yang merupakan dewan asatidz/ustadzat SMPIT – SMAIT ICS yang dibagi dalam beberapa kelompok ini diajak untuk menemukan permasalahan dalam PBM sendiri dan dipandu untuk menemukan solusinya serta produk yang dihasilkan dalam usaha memecahkan masalah yang ada.

Setiap kelompok dibekali dengan kertas karton, kertas origami, spidol berwarna, lem perekat , gunting dan peralatan yang lain. Tentu ini merupakan cara yang menyenangkan bagi para peserta yang sudah lama tidak main – main dengan kertas origami dan spidol berwarna. Salah satu peserta mengeluarkan celetukan:
“Kapan lagi kita bisa main origami kalau bukan sekarang” celetuknya yang disambut tawa pembicara dan peserta yang lain.

Semoga ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat dan dipraktekkan dalam pengajaran di ICS. (fby)

WhatsApp chat