Pada suatu sore di Pesantren Terpadu Insan Cita Serang (ICS) Banten, Seorang Ustadz kebagian jadwal untuk mengajar vocabulary (mufrodat) setelah sholat ashar di Masjid Pesantren. Ini agenda rutin kepesantrenan untuk pengembangan Bahasa Asing.

Kelas berjalan lancar selama penyampaian vocabulary. Tetapi diakhir, ada santri (mungkin kecapean) menulis vocab yang sudah diajarkan sambil tiduran tengkurap (telungkup). Langsung ditegur oleh ustadznya

Ustadz : Tahu ga bahwa tidur dengan tengkurap itu adalah tidur yang paling dibenci oleh Allah.

Santri : ga tahu stadz. Kalau boleh tahu apa dalilnya ustadz?

Ustadz : Dalilnya ini.

Kemudian ustadz tersebut mengutip hadits berikut ini:

Dari Ya’isy bin Thokhfah Al Ghifariy, dari bapaknya, ia berkata,

فَبَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعٌ فِى الْمَسْجِدِ مِنَ السَّحَرِ عَلَى بَطْنِى إِذَا رَجُلٌ يُحَرِّكُنِى بِرِجْلِهِ فَقَالَ « إِنَّ هَذِهِ ضِجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللَّهُ ». قَالَ فَنَظَرْتُ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

“Ketika itu aku sedang berbaring tengkurap di masjid karena begadang dan itu terjadi di waktu sahur. Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata, “Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah.” Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata ia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Abu Daud no. 5040 dan Ibnu Majah no. 3723. Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Juga hadits lainnya,

عَنِ ابْنِ طِخْفَةَ الْغِفَارِىِّ عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ مَرَّ بِىَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا مُضْطَجِعٌ عَلَى بَطْنِى فَرَكَضَنِى بِرِجْلِهِ وَقَالَ « يَا جُنَيْدِبُ إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ ».

Dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamlewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.” (HR. Ibnu Majah no. 3724. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Lalu santrinya bertanya lagi

Santri : Terus kalau tidur Telentang bagaimana ustadz?

Ustadz : Itu mendzolimi diri, dan bisa menyebabkan kematian. Sangat berbahaya.

Santri : Masa ustadz? Kok bisa?

Ustadz : Iya, tidur dengan telen salak aja yang buah-buahan bisa sangat berbahaya, apalagi tidur dengan Telen-Tang. Jauh lebih berbahaya karena Tang itu terbuat dari besi dan panjang. (Jawab ustadz sambil senyum-senyum)

Santri-santri jadi pada ribut ketawa, lalu mengakhiri pelajaran Vocab sore itu dengan senyum lebar ? (feby)

WhatsApp chat