TIM unggulan dari siswa Terbaik di SMAIT Insan Cita Serang yang beranggotakan Huzaifah ‘Alim, Muhammad Idlan Fathuddin dan Abdurrahman Azzam, menyabet Juara II dalam Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat SMA dalam Perlombaan Mustahzan Fajrul Karim, Minggu (17/11/2019).
Lomba yang bertemakan Hiasi Dunia dengan Akhlaq Al-Qur’an, membawa Tim Hebat ini untuk membuat Karya Ilmiah yang Berjudul “PEMUDA MASA KINI ADALAH GENERASI MASA DEPAN BERSAMA AL-QUR’AN”
Sebanyak peserta dari berbagai SMA sederajat mengikuti Perlombaan tahunan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Fajur Karim.
Tahapan demi tahapan telah dilalui, sampai pada babak presentasi, tim dari SMAIT INSAN CITA SERANG berhasil menampilkan Presentasi yang baik serta dapat menyakinkan dewan juri dan keluar sebagai juara melalui judul yang sangat memukau, mengangkat tentang Generasi muda yang akan mampu membangun bangsa dengan baik adalah dengan menumbuhkan generasi muda yang cinta terhadap Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan pedoman yang agung dan tidak ada bandingannya di dunia, sebagai petunjuk hidup paling lengkap dan sempurna. Apabila generasi muda masa kini juga merupakan generasi Qurani maka kemajuan bangsa Indonesia sudah ada didepan mata.
‘Alim, siswa kelas XI yang ditunjuk sebagai ketua tim, menuturkan:
“Kami sangat Bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih atas dukungan Sekolah terutama Kepala Sekolah dan Guru Pembimbing Kami sehingga kami dapa berhasil sampaiproses ini, dan kami akan terus belajar lagi untuk dapat memberikan yang terbaik pada sekolah dan orangtua kami” kata ‘Alim.
Perjuangan mereka tidak mudah. Mereka siswa yang tinggal di Pondok Pesantren Insan Cita Serang, harus bisa membagi waktu dengan baik antara kegiatan penelitian karya tulis dengan kegiatan lain baik yang ada di sekolah maupun kepesantrenan.
Namun berkat kedisipilinan mereka mengatur waktu serta bimbingan guru pembina KIR, dan di akhirnya usaha itu membuahkan hasil.
Nasrudin, S.Ud., M.Ag, Kepala SMAIT Insan Cita Serang, mengapresiasi para siswanya yang telah mengukir prestasi itu.
“Alhamdulillah, senang tentunya juga bangga atas perjuangan dan pengorbanan, usaha dan kerja keras siswa kami, dan kesabaran Pembimbing mereka menyisikan waktu untuk Persiapan Lomba KIR ini. Waktu tidur merka kurangi waktu istirahat mereka batasi, waktu bermain mereka tinggalkan, semoga berkah atas capaian ini dan tentu ini menjadi nilai yg bagus untuk anak-anak. Kepercayaan diri mereka sudah sempurna sekarang, pengalaman kemaren akan dijadikan pembelajaran untuk kebaikan kedepan.” tuturnya.
Beliau menambahkan “Pesan saya, jangan puas atas capaian ini. Senantiasalah bersyukur masih banyak yang harus di gali dan diperbaiki. Kita belum yang pertama tapi InsyaAllah akan ada masanya kita yang terbaik. Tetap rendah hati dan ambilah pelajaran dari pengalaman yang lalu.
Juara ini jadikanlah sebagai bonus dari Allah, karena sejatinya usaha dan kerjakeras kalianlah yang menghantarkan capaian ini berada ditangan kalian. Mengikuti kempetisi itu bukan sekedar untuk mengumpulkan banyak piala lalu dipajang indah dilemari,tapi kempetisi itu sejatinya untuk mengumpulkan banyak pahala dan dijadikan penolong bagi masa depan Syurga. Sekolah memberikan ruang seluas-luasnya bagi para siswa untuk mengembangkan diri dalam bidang akademik maupun nonakademik sesuai dengan minat dan bakat.” ujarnya.

WhatsApp chat