Pekan ini Indonesia kembali berduka. Gempa besar dengan magnitude 7,0 pada Skala Richter mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu petang, 5 Agustus 2018. Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi, pusat gempa 7,0 SR berada di daratan yakni pada titik koordinat 8.37 Lintang Selatan 116.48 Bujur Timur, pada kedalaman 15 kilometer. (viva.co.id, 6/8/2018).

Gempa yang mengguncang Lombok ini sangat kuat, bahkan getarannya dirasakan hingga pulau Bali, tercatat sudah terjadi 230 kali gempa susulan hingga Selasa (7/8/2018) pukul 07.00 Wita, 16 gempa dirasakan cukup kuat. Hal ini dipaparkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), seperti dikutip dari Antara. BMKG juga memperkirakan gempa bumi susulan masih akan terus terjadi hingga beberapa pekan ke depan (Kompas, 07/08/2018).

Menurut data yang ada dari Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Jumlah korban meninggal dunia menjadi 98 orang dan 236 orang dilaporkan luka-luka. Kabupaten Lombok Barat adalah yang terparah terdampak gempa ini. (Kumparan, 06/08/2018)

Anggota Dewan Pembina Yayasan Rahmatan Lil ‘Aalamiin Gunungsari yang juga menaungi Pesantren Terpadu Insan Cita Serang, DR. KH. Jazuli Juwaini, Lc., M.A., mengungkapkan duka yang mendalam bagi korban gempa di Lombok NTB dan Bali. Beliau juga mendoakan dan mengimbau untuk membantu.

“Mengucapkan duka yang mendalam baik korban gempa di Lombok NTB dan Bali. Semoga warga diberi kesabaran dan kemudahan dalam penanganan bencana sehingga korban jiwa bisa segera dievakuasi. “Sementara korban luka-luka segera ditangani medis dan recovery,” kata Kiyai Jazuli, biasa disapa.

“Mari kita galang solidaritas, minimal kita doakan saudara-saudara kita di NTB. Himpun donasi, serta kita kirimkan bantuan materi maupun tenaga sesuai kemampuan,” himbaunya.

Pray for Lombok NTB and Bali. (fby)

WhatsApp chat