Dulu, ciri utama pesantren itu adalah bisa baca kitab kuning dan bisa Bahasa Arab. Tetapi di zaman now ini, banyak pesantren-pesantren yang mengelola lembaganya secara modern yang kehilangan ruh kepesantrenannya.

Pesantren-Pesantren modern zaman now banyak yang memfokuskan ke kegiatan akademik dan science.

Keprihatinan inilah yang membuat Dr. K.H. Jazuli Juwaini, Lc., M.A. tergerak untuk ikut serta mengembangkan dunia kepesantrenan yang telah membesarkannya selama ini. Kyai Jazuli, demikian biasa disapa, akhirnya berlabuh di Pesantren Insan Cita Serang (ICS).

Beliau bercita-cita ICS menjadi pesantren rujukan nasional yang bisa memadukan konsep modernitas dan konsep pesantren salafiyah di ICS

“Kuatkan sisi-sisi kepesantrenan yang mulai hilang. Ayo santri kita di ICS diajari kitab-kitab klasik yang diajarkan di pesantren salafiyah” jelas kyai Jazuli setelah dikukuhkan menjadi Pembina Yayasan Rahmatan Lil ‘Alamin Gunungsari dalam musyawarah yayasan di Tangerang kemarin (31/1/2018)

“Semua kitab klasik akan coba kita masukkan dalam kurikulum pesantren ICS. Kitab untuk belajar ilmu alat seperti Jurumiyah, Imriti, dan Alfiyah Ibnu Malik. Juga kitab-kitab klasik dalam fiqih untuk penguatan ulumul syar’i seperti safinatun najah, kasyifatus sajah sampai fiqh sunnah” tambah beliau.

Beliau berharap ICS kedepan bisa memperkuat asholah ilmiyah pesantren dengan mendalami kitab-kitab kuning, terutama untuk di SMAIT ICS nanti.

Melihat perkembangannya, ICS akan menjadi lebih dahsyat lagi dengan konsep ini. Aamiin. (feby)

WhatsApp chat