Mayoritas Wali Santri Menginginkan Kembali ke Pesantren

Mayoritas Wali Santri Menginginkan Kembali ke Pesantren

Hits: 241

Berdasarkan polling wali santri yang diinisiasi oleh Komite Sekolah SMPIT /SMAIT Insan Cita Serang (ICS) yang dilakukan pada tanggal 5-10 Juli 2020, menunjukkan bahwa 79% menghendaki santri belajar di Pesantren. Sedangkan 21% sisanya tidak setuju kembali ke pesantren.

Menurut Ketua Komite Sekolah ICS, Muhlisin Sidik menjelaskan bahwa jajak pendapat berupa polling online melalui google form merupakan respon atas surat edaran manajemen Insan Cita Serang Boarding School bahwa masuk pesantren mulai bulan Agustus 2020, dengan menerapkan protokol kesehatan yang standar.

Sampai dengan polling ditutup, dari 82 wali santri yang berpartisipasi, terdapat 65 wali santri atau 79% menginginkan santri segera kembali ke pesantren. Sedangkan sisanya 21% tidak setuju kembali ke pesantren selama pandemi covid-19 belum redah.

Diantara wali santri, bahkan ada yang menyampaikan secara verbal kepada Ibu Uswah, Pengasuh santri akhwat. Sebut saja Umi A, beliau menginginkan agar diizinkan anaknya bisa ke pesantren lebih awal jika pilihan dalam polling, berbeda dengan pilihan wali santri pada umumnya.

Berdasarkan surat edaran Pesantren Terpadu ICS nomor 01/422/SMPIT-SMAIT/ICS/VII/2020 tanggal 2 Juli 2020, menyebutkan bahwa kedatangan santri baru kelas 7 dan kelas 10 pada tanggal 3 Agustus 2020, dan santri lama kelas 8, 9, 11 dan kelas 12 pada tanggal 2 Agustus 2020.

Dalam edaran tersebut santri dan wali santri diminta mempersiapkan dengan baik sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Mulai dari karantina mandiri, rapid tes, cara berkendara, jaga jarak, perlengkapan, drop santri dan lain-lainnya yang harus dipatuhi santri dan wali santri.

Masih pada edaran yang sama, disampaikan bahwa pemberitahuan kedatangan santri dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi terakhir. Artinya selama tidak ada ralat surat edaran, maka santri dan wali santri diminta mempersiapkan dengan sebaiknya untuk kembali ke pesantren.

Sekalipun santri datang bulan agustus 2020, namun tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai pada tanggal 13 Juli 2020, dengan agenda ma’ruf (masa taaruf) bagi santri baru secara daring. Sedangkan tanggal 14 sd 30 Juli santri sudah aktif belajar secara online sambil karantina mandiri.

Untuk suksesnya belajar di masa pandemi dengan kembali ke pesantren perlu kerja sama yang baik antara santri, wali santri dan pihak pesantren (khususnya para asatidz). Karena virus corona ini benda yang tidak terlihat. Tidak boleh diremehkan, juga jangan sampai berlebihan dalam menyikapinya. Kita diminta untuk berikhtiar sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Selebihnya kita memohon kepada Allah agar senantiasa dijauhkan dari penyakit ini. Demikian dipesankan Kiai Sudarman, Pengasuh Pesantren ICS.

Ada hal menarik dari peristiwa pandemi ini. Paling tidak ada aktivitas yang melekat, yang menjadi kebiasaan yang baik bagi kita, walaupun bagi santri adalah hal yang sudah biasa. Yaitu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari kebiasaan baru di masa pandemi ini. Memakai masker. Hikmah yang bisa kita ambil adalah bahwa kita harus senantiasa menjaga mulut dan hidung kita. Bukan hanya melindungi dari virus dan debu, tapi juga mengajak kita untuk sedikit bicara banyak kerja, sedikit makan banyak belajar, walaupun santri sudah biasa dengan puasa. Masker juga sebagai cara berlindung dari mata jahil atau ghuddul bashar.

Mencuci tangan. Hikmah yang bisa kita ambil dari mencuci tangan adalah mengajarkan agar kita senantiasa bersih dan suci. Bagi anak santri harusnya sudah biasa dengan berwudhu ketika batal. Dan wudhu ini lebih dari sekedar cuci tangan. Bersih fisik, bersih hati, bahkan bersih dari dosa.

Jaga jarak. Hikmah yang bisa diambil dari jaga jarak adalah kita diajarkan untuk tidak sembarangan mendekat bahkan menyentuh. Apalagi sesama lain jenis yang bukan mahrom. hbb

WhatsApp chat