Anasir Kesuksesan Pendidikan System Boarding atau Pesantren

Anasir Kesuksesan Pendidikan System Boarding atau Pesantren

Pesantren atau Boarding School sangat berbeda dengan system pendidikan biasa atau full day school. Ada banyak faktor yang mendukung suksesnya system Boarding School atau pesantren.

Namun, sebelum bicara faktor kesuksesan, perlu tahu lebih dahulu apa ukuran atau indikator dari kesuksesan system pendidikan. Ada yang bilang bahwa kesuksesan yang dimaksud adalah ketika lulusannya yang masuk sekolah negeri, atau masuk sekolah di luar negeri, atau hafal sekian juz, atau bisa ceramah agama, atau banyak prestasi dan lain sebagainya. Sebagai ukuran terbaik sebuah lembaga sukses atau tidak adalah visi dan misi dari lembaga tersebut. Sehingga output dibandingkan dengan visi misi, maka disitulah bisa dievaluasi, sukses atau tidaknya sebuah lembaga.

Dengan pengalaman hampir 2 tahun dan mengamati berbagai lembaga pendidikan boarding school atau pesantren, paling tidak ada 5 faktor yang menjadi penunjang utama.

Pertama: Lembaga Yang Kuat.

Yang dimaksud disini adalah lembaga yang mempunyai visi yang ingin dicapai, yang diejawantahkan dalam misi yang terukur.
Lembaga menjadi tempat perumusan kebijakan dan system operating prosedur (sop) yang ingin diterapkan. Keputusan strategis terkait arah dan kebijakan, ditelorkan dari lembaga yang menaunginya.

Kedua: Sumber Daya Insani Yang Mumpuni

Utamanya guru atau ustadz yang siap menerjemahkan visi misi lembaga. Guru yang penyabar, ulet dan siap menjadi teladan 24 jam bagi santrinya, disamping mempunyai kapasitas sesuai dengan disiplin ilmu, sangat diperlukan di pesantren. Karena tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Sehingga perlu diluruskan, istilah tahun pelajaran. Kita punya Menteri Pendidikan. Kita punya Hari Pendidikan, tapi masih pakai Tahun Pelajaran bukan Tahun Pendidikan.

Orang bisa sukses mengajar, tapi belum tentu sukses mendidik. Karena itu dibutuhkan guru atau ustadz pesantren yang siap selama 24 jam, mendidik dan mengawasi para santrinya.

Bila gurunya kreatif, kurangnya sarana dan prasarana menjadi tantangan tersendiri untuk mencipta sesuai dengan sarana yang ada. Hasilnya bisa jauh lebih baik dibandingkan dengan sarana yang tersedia melalui pabrikan.

Sumber daya insani, juga mengambil peranan penting dalam menjaga lingkungan pesantren tetap kondusif. Suasana menghafal, club bahasa, ekstra kurikuler, karya ilmiah, sholat berjamaah, bangun malam, dan sebagainya, peranan ustadz musyrif atau wali asrama, sangat diperlukan.

Ketiga: Kurikulum Yang Terukur

Kurikulum menjadi penting karena proses ada disini. Kalau dibandingkan antara 2 hasil yang sama, tetapi dengan perjuangan yang berbeda, maka nilai yang tertanam dalam santri atau siswa pun berbeda. Tentu hasil dengan usaha yang lebih keras, akan membawa kepuasan tersendiri.

Bicara kurikulum adalah masalah konten atau isi dari proses belajar mengajar. Boleh jadi judul sama tapi muatannya berbeda, maka akan menghasilkan pemahaman yang berbeda. Sehingga sangatlah wajar bila melihat hasil dari sebuah alumni, langsung tertuju dengan kurikulum yang diterapkan di sekolah tersebut. Misalnya alumni pesantren A mahir di robotic, alumni sekolah B fahamnya lebih toleran, alumni pesantren C menganut mazhab bla bla bla, dan lain sebagainya.

Begitu juga bila terjadi kasus, terutama menyangkut akhlak, biasanya orang menghubungkan dari sebuah alumni. Kadang untuk pembenaran atas premis yang sudah tertanam di benak masyarakat. Walaupun sebenarnya tidaklah tepat. Misalnya Si A tertangkap KPK karena korupsi. “Oo pantas alumni sekolah X sih.. ” begitu seloroh masyarakat.

Keempat: Input Santri Yang Baik

Yang dimaksud input santri disini adalah semakin banyak santri yang diterima, semakin mudah sekolah itu untuk merealisasikan visi misinya. Semakin banyak peminat atas sekolah, maka akan semakin mudah memilih untuk mendekatkan input yang tersedia dengan tujuan visi misinya. Dengan demikian, secara logika grafik pesantren yang sudah maju akan semakin melesat dengan prestasi nya. Sementara dengan pesantren baru, harus bertahan untuk eksis.

Berdasarkan informasi diterima terdapat sebuah pesantren yang telah melakukan seleksi, perbandingan antara kuota yang tersedia dengan peminat 1 : 60. Dengan demikian, pesantren dapat menyaring yang terbaik diantara 60 anak peminat.

Bila ada lembaga baru dengan santri yang sedikit, tetapi mempunyai prestasi yang menyamai dengan lembaga yang sudah lama eksis, merupakan bentuk kesuksesan yang luar biasa.

Kelima: Sarana Penunjang Yang Memadai

Faktor yang lain yang turut mensukseskan pendidikan system pesantren atau boarding adalah sarana infrastruktur seperti yg ruang kelas, kantor, asrama dan sarana penunjang lainnya seperti laboratorium, tempat olah raga, perpustakaan, dapur, kantin dan lain-lain.

Di pesantren, santri untuk keluar sangat dibatasi, maka hobi sebisa mungkin agar dapat terfasilitasi di dalam pesantren agar mudah pengawasannya.

Wallahu a’lam.

KH Sudarman Ibnu Murtadho , Lc
Pengasuh Pesantren Terpadu Insan Cita Serang

PONDASI PARA GURU BESAR

PONDASI PARA GURU BESAR

Seorang pemuda ingin mempelajari seni bela diri dengan pedang. Ia mendaki sebuah gunung tinggi di Cina untuk memohon petunjuk dari seorang guru pedang tua yang telah pensiun dan menjalani tahun tahun terakhir hidupnya di atas gunung. Setelah perbincangan yang panjang, sang guru akhirnya setuju untuk mengajar sang pemuda. 

Sejak dari awal, sang guru terus membuat pemuda itu sibuk membelah kayu, berkebun, memasak, mencuci, menimba air dari sumur, dan melakukan tugas-tugas harian lainnya yang sejenis. Hari – hari dan minggu minggu berlalu, dan sang guru masih saja tidak mengatakan apa-apa mengenai ilmu bermain pedang.

Akhirnya, sang murid yang sudah lelah menjadi pembantu gurunya dan tidak belajar apa – apa tentang seni pedang. Ia-pun mendekati gurunya dan bertanya mengenai pengajaran seni pedang yang semula menjadi tujuan kedatangannya. Sang guru mendengarkan dan meminta muridnya kembali ke kegiatan rutin hariannya.

Sementara sang pemuda sedang memasak nasi, sang guru tiba – tiba muncul dibelakangnya, menyerangnya dengan pedang kayu, kemudian menghilang dengan cepat tanpa mengatakan sepatah kata pun. Sang murid sudah sedang menyapu lantai ketika tiba tiba, persis saat ia begitu terserap dengan tugasnya dan tidak menduga sama sekali, gurunya muncul kembali di belakangnya, memukulnya dengan pedang kayu dan secepat kilat menghilang.

Hal ini berlangsung sepanjang hari, setiap hari. Tak peduli apa yang sedang dilakukan pemuda itu. Ia tidak pernah bisa beristirahat karena gurunya akan muncul lagi kapan saja dengan pedang kayunya.

Waktu terus berlalu dan akhirnya sang pemuda telah mengembangkan keterampilan menangkap dan menghentikan sang guru, dari mana pun arah kedatangannya.

Sang pemuda menyadari, ia telah mempelajari sesuatu yang berharga dan ingin belajar lebih jauh. Maka suatu pagi, ketika ia perhatikan gurunya sedang sibuk memasak sayuran, ia memungut sebuah tongkat besar dan melakukan apa yang biasa dilakukan sang guru kepadanya. Ia tiba – tiba muncul di belakang gurunya dan mengayunkan tongkat itu ke depan untuk menyerang sang guru. Dalam sekejap, sang guru meraih tutup periuk, memutar badan dan menggunakan tutup itu untuk menangkis ujung tongkat.

Sang pemuda pun membungkuk hormat pada gurunya dan bertanya, “ Guru, sudikah kiranya Guru memberitahu kebijaksanaan dari pelajaran-pelajaranku?” Sang guru menjawab, “ Kesadaran.”

“Apa maksudnya itu?” tanya pemuda itu,

Sang guru kembali menjawab, “ Ketika aku memintamu melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, itu sebenarnya membantumu agar sadar bahwa ada sesuatu yang perlu kau ubah. Ketika aku tiba-tiba menyerangmu dengan pedang kayu, kau mengembangkan kekuatan antisipasi hingga ke titik dari mana pun aku datang kau akan selalu bisa mengetahuinya dan menghentikanku. Kau jadi sadar sepenuhnya akan situasi di sekelilingmu hingga pada titik menumbuhkan keberanian, dan keberanianmu – ya, kau mengembangkannya sendiri. Kau memutuskan untuk menyerangku dan kau bisa perhatikan betapa cepat pula aku menghentikanmu.

Demikianlah, Anak Muda, kau telah belajar pondasi para guru besar

*KEKUATAN KESADARAN.”*

كِتاَبٌ أَنْزَلْناَهُ إِلَيكَ مُبارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيـَاتِهِ وَ لِيَتَذَكَّرَ أُولُوا الْأَلْباَبِ

“Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu sebagai sumber-kebaikan agar mereka merenungkan tanda-tanda [nyata]-Nya dan agar orang-orang berakal menjadi sadar.”

(QS. Shad [38]: 29)

Bagaimana dengan kesadaran beragama kita? Putra dan putri kita tercinta sudahkah menyadari siapa dirinya? Ingin menjadikan diri kita dan mereka yang kita cintai menjadi insan yang tumbuh penuh kesadaran siapa dirinya di dunia dan akhirat ini ?

Daftarkan putra putri anda, belajar bersama kami INSAN CITA SERANG (ICS) ISLAMIC BOARDING SCHOOL pimpinan KH Sudarman Ibnu Murtadho, Lc., Pembina Yayasan Dr.KH.Jazuli Juwaini, Lc., MA., dan H. Tamsil Linrung

Hubungi whatssapp

http://bit.ly/mohoninfoicsakhwat

http://bit.ly/mohonInfoicsikhwan

#insancitaserangboardingschool

#kesadaranfull

#sekolahnyaparahafidz

Mohon bantuan untuk di-viral-kan, jika berkenan. Jazakumullah Khair

SERUNYA BACAKAN WALI SANTRI ICS

SERUNYA BACAKAN WALI SANTRI ICS

Silaturrahim dan Pertemuan Persatuan Orang Tua Santri (POS) Pesantren Terpadu Insan Cita Serang pada hari Selasa (20/11/2018) yang bertempat di Masjid Al-Iman Pesantren ICS, Jl. Raya Gunungsari KM.18, Kp. Cikundur RT/RW.03/03, Desa Gunungsari, Kec. Gunungsari, Kab. Serang – Banten, berlangsung seru dan hangat.

Acara yang berlangsung dari pukul. 09.30 Wib ini diakhiri dengan bacakan bersama para wali santri ICS setelah Shalat Dhuhur berjamaah. Ibu – Ibu berkumpul di pelataran Masjid dan Bapak – Bapak di dalam Masjid.

Biasanya para orangtua/ wali santri melihat pemandangan para santri yang bacakan, makan bersama dalam satu nampan ba’da kajian subuh pagi di pelataran masjid Al-Iman ICS, Nah sekarang para orangtua/ wali santri yang merasakan seru dan lezatnya makan bersama dalam satu nampan.

Satu nampan yang berisi makanan dikelilingi oleh 4 orang yang makan bersama, dibuat berjejer agar terasa kebersamaan dalam keluarga besar ICS ini. Para Orangtua/wali santri tanpa canggung menyantap makanan ala pesantren yang sederhana. Sayur Urap, Goreng ikan, Goreng ayam, tempe, sayur pare dan timur disusun cantik menggoda untuk dihabiskan

Cengkerama sebuah keluarga besar pun berlangsung hangat dan seru. Canda, tawa, senyum keceriaan menambah nikmatnya bacakan orangtua/wali santri ICS ini.

Semoga Allah SWT senantiasa mengokohkan hubungan baik antara Pesantren dan para orangtua/wali santri ini. Aamiin. (fby)

Dokumentasi kegiatan

BERHIJRAH ATAU MENYESAL  (Sebuah Refleksi Tahun Baru Hijriah)

BERHIJRAH ATAU MENYESAL (Sebuah Refleksi Tahun Baru Hijriah)

Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa waktu berlalu begitu cepat. Seperti tak terasa sudah setahun berjalan. Ditambah lagi memang waktu yang sudah kita lalui itu juga tidak akan pernah bisa diulang sedikit-pun. Sekarang bahkan kita telah tiba di Tahun baru, Tahun baru Islam, kita sekarang sudah memasuki tahun 1440 Hijriyah. Berbeda dengan tahun baru Masehi, tahun baru Islam tidaklah diperingati dengan kembang api, terompet, dan pesta pora yang kurang bermanfaat dan membuang-buang waktu dan uang saja. Tetapi lebih banyak diisi dengan muhasabah (introspeksi diri). (lebih…)

15 Tahun JSIT Indonesia, Majukan Pendidikan Bangun NKRI

15 Tahun JSIT Indonesia, Majukan Pendidikan Bangun NKRI

Tidak terasa sudah 15 tahun JSIT Indonesia berjuang untuk memajukan pendidikan Indonesia dalam rangka membangun NKRI (31 Juli 2003 – 31 Juli 2018). Cikal bakal JSIT ini dimulai dari tahun 1993, satuan pendidikan yang ada disekitar wilayah Jabodetabek berdiri. SDIT Nurul Fikri Depok, SDIT Al Hikmah Jakarta Selatan, SDIT Iqro Bekasi, SDIT Ummul Quro Bogor, dan SDIT Al Khayrot Jakarta Timur memulai perjuangan pendirian SIT ini, sehingga sekarang terus menyebar dan berkembang ke seluruh pelosok negeri.

Hingga 2013, Sekolah Islam Terpadu (SIT) sudah mencapai 1.926 unit sekolah. Yakni, terdiri atas  879 unit TK, 723 unit SD, 256 unit SMP, dan 68 unit SMA. Sehingga untuk mewadahi demikian banyaknya SIT yang telah berdiri secara legal formal, maka pada tanggal 31 Juli 2003 disepakati membentuk organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, bersifat non partisan, nilaba dan terbuka dengan nama “JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU (JSIT) Indonesia. Dengan komitmen untuk siap bekerja sama dengan pihak mana pun selama sesuai dengan Visi, Misi dan Tujuan JSIT Indonesia.

Tercatat Dr. Fahmy Alaydroes menjadi nakhkoda pertama JSIT Indonesia, dan JSIT Indonesia terus bergerak tanpa henti. Dan sekarang JSIT Indonesia dinakhkodai oleh Muhammad Zahri, M.Pd.

Menurut data tahun 2017, Jumlah sekolah yang terdaftar se bagai anggota organisasi itu mencapai 2.418 unit. Adapun jumlah tenaga pengajar SIT yang tercatat di JSIT saat ini hampir mendekati angka 80 ribu orang. Sementara, jumlah siswa SIT yang terdaftar dalam database berkisar satu juta orang. (Republika, 15/7/2017)

Langkah untuk memajukan pendidikan Indonesia itu salah satunya bekerjasama lembaga pendidikan internasional seperti International Center for Educational Excellence Malaysia, Association For Academic Quality Pakistan, Sekolah Islam Al Irsyad dan Aljuneid Singapura, Smart Bestari Thailand, dan Khoirat Foundation Turki.

Segudang prestasi diraih peserta didik dan SIT dalam ajang nasional dan intenasional. Baik dalam kompetisi olimpiade sains maupun kegiatan olahraga dan seni. Tak kalah pentingnya rata-rata lulusan SDIT mampu menghafal satu juz Alquran, sedangkan SMPIT dan SMAIT lebih dari dua juz.

Semoga JSIT Indonesia terus maju ke depan

KELUARGA BESAR PESANTREN TERPADU

INSAN CITA SERANG (ICS)

MENGUCAPKAN

BARAKALLAH, SELAMAT MILAD KE-15

UNTUK JSIT INDONESIA

31 JULI 2003 – 31 JULI 2018

“MAJUKAN PENDIDIKAN _ BANGUN NKRI”

(Diolah dari berbagai sumber)

PESANTREN DI PEGUNUNGAN SEJUK UNTUK MENGHAFAL AL-QURAN

PESANTREN DI PEGUNUNGAN SEJUK UNTUK MENGHAFAL AL-QURAN

Bagi yang penasaran dengan nuansa alam yang ada di Pesantren Terpadu Insan Cita Serang (ICS) Banten. Yuk sejenak kita jelajahi Pesantren yang biasa disebut ICS ini.

Pesantren Insan Cita Serang (ICS) Banten ini beralamatkan di Kampung Cikundur RT/RW.03.03 Desa Gunungsari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Serang Banten. Bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar 25 menit dari Kota Serang (Pintu Tol Serang Barat). Cukup mudah untuk mencapai ICS karena jalan utamanya biasa dilalui para pelancong yang akan berwisata ke Pantai Anyer sebagai jalan alternatif.

Terletak di pegunungan gunungsari kabupaten serang, ICS sangat sejuk dan asri. Ditambah memang berada di area hamparan hijau yang luas, diperkirakan luas lahan ICS mencapai +10 hektar,  membuat ICS sangat representatif untuk menjadi tempat menghafal Al Quran.

Fasilitas pesantren sebagai bagian penting yang dapat menunjang keberlangsungan kegiatan pembelajaran dan pendidikan di Pesantren juga cukup memadai di ICS. Tersedia berbagai fasilitas pendukung kepesantrenan, dari mulai ruang belajar, masjid, lapangan olahraga, hingga pengelolaan asrama santri putra dan putri. Yang lebih wah lagi adalah asrama putri Pesantren ICS ini dulunya merupakan sebuah villa gagah dengan 2 lantai.

Pemandangan hijau yang sangat indah dan menyejukkan mata dapat kita saksikan atas balkon asrama putri. Panorama Gunung Karang yang sangat terkenal di Provinsi Banten ini menambah suasana syahdu untuk mengulang-ulang (murojaah) hafalan Al-Quran para santri ICS.

Satu yang paling khas adalah bentuk bangunan ruang kelas baru yang didominasi oleh jendela yang besar dari kaca sehingga menjadi lebih terbuka dengan ventilasi yang cukup banyak dan penerangan yang cukup ke dalam kelas.

Hamparan hiasan lahan pertanian yang cukup luas bisa dijadikan sarana pembelajaran agrokultural maupun agrobisnis jika ada yang berminat mengembangkan diri pada sisi tersebut. Terlihat hamparan sawah yang hijau, tanaman cabai, kolam – kolam ikan dan bahkan peternakan kerbau, domba, bebek, angsa dan ayam-pun tersedia. Kolam – kolam ikan yang dikelilingi saung-saung bisa untuk tempat berkumpul keluarga menikmati hari libur sambil memancing ikan, jika ada yang hobi memancing.

Yang lebih menyenangkan lagi jika musim panen buah-buahan, santri bisa menghafal sambil duduk di bawah pohon dan menikmati buah-buahan secara gratis. Ada banyak pohon rambutan, durian, pepaya, kedondong, sukun dan lain-lain.

Bagi keluarga / para orantua yang ingin berwisata alam sambil menjenguk anaknya, maka ICS bisa menjadi pilihan untuk pendidikan anak-anaknya.

Ditambah memang salah satu keunggulan ICS adalah Tahfidzul Qur’an (Hafalan Al-Quran), suasana sejuk, alam pengunungan dengan berbagai fasilitas agrokultural ini membuat menghafal Al-Qur’an menjadi sangat menyenangkan dan syahdu.

Menyenangkan bukan kalau menghafal Al-Qur’an di Pesantren ICS? Ayo… gabung ke ICS.

View – view Indah di ICS

WhatsApp chat