Masih dari rangkaian kegiatan Perkemahan Ukhuwah Insan Cita (PERCITA) III di Bumi Perkemahan Wahana Bumi Kalitalang Taktakan Kota Serang (12/4/2018). Setelah tiba di lokasi perkemahan sekitar pukul 15.00, para santri langsung menurunkan barang-barang dan persiapan sholat ashar pertama di lokasi. Baru setelah itu mereka mendirikan tenda per regu, dan setelah itu keperluan pribadi masing-masing.

Pada malam pertama itu ada agenda Jurit malam. Kalau dalam istilah militer Caraka.

Jurit malam ini sangat bermanfaat untuk melatih keberanian santri ketika berada dimanapun, ditambah ini salah satu cara menguatkan akidah agar tidak ada yang ditakuti selain Allah Azza Wajalla.

Para pembina pendamping telah dibagi kedalam beberapa pos, yang disebar di dalam lingkungan bumi perkemahan bumi kalitalang.

Dalam kegiatan Jurit malam ini santri dibangunkan dini hari jam 01.00, lanjut sholat tahajud. Setelah itu diberi pengarahan tentang aturan permainan. Dengan modal 1 batang lilin per regu yang harus dijaga jangan sampai padam untuk menyelesaikan misteri dan tugas malam itu.

Pos-pos yang dijaga oleh kakak pembina pendamping pun telah disiapkan, antara berisi  hafalan surat al kahfi ayat 1-10, hafalan surat al anfal ayat 1-10, penguatan pemahaman keislaman dan jalan menuju jembatan sirotthal mustaqim ke peristirahatan terakhir (kuburan).

Bagi para santri senior yang sudah terbina akidahnya, maka tidak terlihat rasa takut ketika menjalani jurit malam ini, tetapi berbeda dengan para santri junior.

Jeritan-jeritan sebagai ekspresi rasa takut yang muncul. Perasaan bercampur aduk, ketakutan, perintah menjalankan tugas, dan rasa penasaran. Apalagi para pembina pendamping juga ada yang ditugaskan untuk menakut-nakuti santri dengan bunyi-bunyian dan trik-trik lainnya menambah horornya suasana jurit malam.

Acara jurit malam akhirnya berubah jadi jerit malam. Jeritan malam mulai pukul 01.00-04.00 (ruba’i/feby)

Dokumentasi kegiatan

WhatsApp chat