(Oleh Wildan Mubarok, Santri Kelas 8 Umar bin Khattab SMPIT Insan Cita Serang)

 Terkadang kita berfikir dan merasa bahwa kita yang paling berat menghadapi masalah dan yang paling payah. Meskipun begitu kita jangan mudah untuk kalah, jangan berfikir untuk menyerah ataupun pasrah dan tidak menjauhkan rasa lelah agar kita bisa sukses dan tidak disamakan seperti sampah.

Jangan pedulikan kata mereka yang selalu menganggap kita lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ketahuilah bahwa perkataan mereka itu salah. Karena mereka tidak tahu kita ini siapa. Mereka hanya mengetahui bahwa kita ada diantara mereka.

Tunggu apalagi, ini saatnya untuk menunjukkan apa yang kita bisa. Untuk apa kita hidup jika hanya berfoya-foya dan mencari kesenangan belaka. Sungguh itu adalah perbuatan yang sia-sia dan tidak  berguna.

Mungkin alasan kita untuk tidak mau berfikir maju kedepan disebabkan rasa malu kita atau cara orang lain melihat diri kita. Akibatnya kita menjadi pesimis, tidak yakin akan diri sendiri. Sifat pesimis ini bagaikan angin topan yang dengan tiupannya bisa menghancurkan sebuah ladang yang tadinya ladang tersebut bisa jadi penghasilan kita untuk memenuhi kebutuhan.

Renungkan sejenak, kita yang memiliki tubuh yang sempurna ini, yang mungkin di luar sana banyak orang tak seberuntung kita namun kita tetap saja merasa kurang dan tidak bersyukur, tetapi mereka yang memiliki keterbatasan dan yang kita lihat sebelah mata itu mampu membuktikan bahwa mereka berguna bagi kita semua. Contohnya ada orang yang tidak memiliki tangan yang sempurna tetapi ia bisa menjadi musisi terkenal dengan gitarnya itu atau orang yang tunanetra mampu mengkaji dan mengajarkan ilmu fiqih pada orang-orang yang lebih beruntung daripada dia. Mengapa mereka bisa seperti itu? Karena mereka tahu jika ingin Berjaya mereka harus berusaha dan rajin-rajin berdoa.

Allah Subahanallahu Wata’ala berfirman:

“Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Qs.Al-Ankabut:6)

Berusaha dan terus mencoba itu kunci untuk meraih cita-cita, dan Jangan pedulikan mereka yang menghujat tetapi dengarkan mereka yang memberi nasehat. Karena jangan banggakan sebuah pujian, jangan jadikan hujatan sebagai hinaan tetapi jadikan itu sebagai semangat kehidupan. Dengan begitu kita bisa menjadi orang yang optimis, memiliki mental sekeras baja dan hati seteguh singa.

Meskipun kita gagal dan terpuruk, kita tahu cara untuk bangkitkarena orang-orang yang sukses dengan harta itu biasa, tetapi orang yang sukses karena berusaha itu luar biasa. Jauhkan pemikiran kita yang selalu menganggap salah kekurangan, namun ciri orang sukses itu mampu mengubah kekurangan menjadi suatu keunikan.  Melelahkan memang, membosankan itu pasti, tetapi apakah setimpal yang kita lakukan sekarang yang cukup menguras tenaga dengan bahagia, suatu saat nanti karena perjuangan yang kita lakukan saat masih muda.

Jadi jangan kita sia-siakan masa muda kita hanya untuk tertawa dengan penuh bahagia dan melupakan kerasnya dunia, tetapi isilah masa muda kita dengan mencoba dan berusaha seraya berkata “KU YAKIN BAHWA AKU BISA”.

Renungkanlah itu karena masa muda hanya datang sekali dan tak ada gunanya lagi kita menyesal suatu saat nanti. Itu bagaikan memotong serbuk kayu yang pasti tidak ada gunanya dan tidak menghasilkan apa-apa. Fikirkan sesaat sebelum terlambat.

 

Biodata Penulis

Nama : Wildan Mubarok

Kelas : VIII Umar bin Khattab SMPIT Insan Cita Serang

Putra Dari : Bapak Mahfud, S.K.H. dan Ibu Bai Solihah, S.Pd

Asal :  Kabupaten Tangerang

 

WhatsApp chat