Astaghfirullahal adzim, Gempa 6,1 SR (www.bmkg.go.id) melanda Kabupaten Lebak Banten (23/01). Gempa besar ini berdampak ke seluruh Banten dan daerah sekitar Banten. Bahkan menimbulkan banyak kerugian. Tercatat 1.269 rumah rusak, 146 rumah rusak berat dan 1.123 rumah rusak ringan (dilansir antara dari BPBD Kabupaten Lebak Banten). Setelah gempa besar tersebut, tercatat masih terdapat gempa susulan yang kekuatannya kecil.

Gempa ini bukan cuma terjadi di Kabupaten lebak saja. Menurut data dari BMKG, dari tanggal 15 – 24 Januari 2018 ini saja terjadi 5 kali gempa dengan kekuatan 5,0 SR lebih. Kemungkinan ini akan terjadi terus menerus.

Dengan Kejadian – kejadian gempa yang ada, sayang sekali bagi kita seorang muslim tidak melakukan apa – apa dan tidak mengambil ibroh atas semuanya.

Gempa zaman Nabi dan Sahabat

Mungkin ada yang penasaran, apakah gempa bumi pernah di zaman Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam dan para sahabat. Ternyata gempa juga pernah terjadi di zaman sahabat. Dalam hadits tercatat di zaman Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pernah terjadi 2 (dua) kali gempa bumi.

Pertama, Terjadi di Makkah Al-Mukkarromah, sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadits :
Dari Utsman bin Affan bahwa dia berkata : “Apakah kalian tahu Rasulullah pernah berada di atas Gunung Tsabir di Mekah. Bersama beliau; Abu Bakar, Umar dan saya. Tiba-tiba gunung berguncang hingga bebatuannya berjatuhan. Maka Rasulullah menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Tsabir! Yang ada di atasmu tidak lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang Syahid.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Kuzaimah, ad-Daruquthni, dan lainnya)

Kedua, Gempa bumi pernah terjadi di Madinah Al-Munawaroh, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits ; Dari Anas bin Malik, dia berkata: “Nabi naik ke Uhud bersamanya Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tiba-tiba gunung berguncang. Maka Nabi menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Uhud! Yang ada di atasmu tiada lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang syahid.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di Zaman Kekhalifahan Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu juga pernah terjadi gempa bumi di Madinah, sebagaimana tercatat dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abi-Dunya.

Amalan – Amalan Terjadi Gempa

1. Bertaubat
Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim ketika ditimpa musibah; badai, tsunami, longsor atau gempa bumi seperti terjadi sekarang ini (23/01) adalah bertaubat kepada Allah Subhanallahu Wata’ala.

Perhatikanlah firman Allah Subhanallahu Wata’ala (yang artinya), “Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy-Syuura: 30)

“Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An-Nisaa: 79)

Sesungguhnya apapun musibah itu, adalah karena kesalahan kita sendiri, maka mari kita ber-taubat kepada Allah Subhanallahu Wata’ala.

2. Banyak dzikir, doa dan istighfar
Setelah bertaubat, maka kita harus mulai banyak beribadah dengan banyak berdzikir, berdoa dan ber-istighfar agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Subhanallahu Wata’ala.
Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah memperbanyak tasbih.”

Imam as-Suyuthi berkomentar, “Hal itu karena dzikir dapat mengangkat bencana dan adzab, sebagaimana firman Allah:
“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit” (QS. ash-Shoffat: 143–144).

3. Membantu korban bencana
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat” (HR. Muslim no. 2699)

”Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah akan selalu menolongnya”. (HR. Bukhari dalam Al Mazholim dan Al Ghodhob no. 2262 dan Muslim no. 4677 dengan lafazh yang disepakati oleh keduanya)

”Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”. (HR. Muslim dalam Adz Dzikr, Ad Du’aa dan At Taubah no. 4867 dan At Tirmidzi dalam Al Birr wash Shilah no. 1853)

4. Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar
Ketika Allah Subhanallahu Wata’ala memberikan azab karena kesalahan – kesalahan yang dilakukan manusia, yang akan merasakan musibah terebut bukan cuma orang – orang yang melakukan kesalahan/kemaksiatan saja, tetapi semua. Mau yang beriman ataupun tidak.

Oleh karena itu, jika kita ingin terhindar dari musibah itu kita harus berusaha melakukan amar ma’ruf nahi munkar secara terus menerus, baik sendirian maupun berjamaah, sesuai dengan kemampuan masing – masing.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau Mengadakan perdamaian di antara manusia. dan Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, Maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa : 114)

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu” (QS. al-Ma’idah: 78–79)

Semoga kita bisa terus menerus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanallahu Wata’ala. Dengan Taqwa Allah Subhanallahu Wata’ala akan memberikan kemudahan – kemudahan.

Allah Subhanallahu Wata’ala berfirman :“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf : 96)

Wallahu ‘alam bish showab

Oleh Feby Arma Putra (Pengajar SMPIT Insan Cita Serang, Banten), Disarikan dari berbagi sumber

WhatsApp chat