Pesatnya kemajuan informasi dan teknologi serta globalisasi pada setiap aspek kehidupan, disamping sebagai tanda positif kemajuan peradaban manusia, ternyata tidak sedikit juga menyebabkan problematika negatif bagi kehidupan, terutama bagi anak-anak.

Kemajuan teknologi yang pesat ini juga membuat pasar game melesat begitu cepat, baik yang online maupun yang offline. Apalagi game tersebut muda diakses oleh anak melalui gadget yang dipegangnya.

Dari sekian banyak games yang ada tentu tidak semuanya baik untuk kita. Lebih banyak yang negatifnya. Untuk itu para orangtua harus hati-hati dalam memilihkan permainan untuk anak.

Sahabat Keluarga Kemendikbud (detik, 28/04/2016) merilis 15 game yang dianggap berbahaya bagi anak, antara lain:

1. World of Warcft

2. Call of Duty

3. Point Blank

4. Cross Fire

5. War Rock

6. Counter Strike

7. Mortal Combat

8. Future Cop

9. Carmageddon

10. Shelshock

11. Raising Force

12. Atlantica

13. Conflict Vietnam

14. Bully

15. Grand Theft Auto.

Game-game yang telah disebutkan di atas itu adalah game yang sangat populer bagi anak-anak. Mereka memainkannya di gadget atau di warnet.

Kenapa game-game tersebut dianggap berbahaya? Karena ada konten yang mengandung unsur kekerasan di dalamnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian Lowa State University Unites States of America, yang menyebutkan bahwa anak-anak yang bermain game yang ada unsur kekerasannya dalam 20 menit saja, dapat mengakibatkan seorang anak itu “mati rasa”.

Sebuah fakta yang sangat menyayat hati ketika membacanya, menyebutkan bahwa ada 2 orang anak (1 SMP dan 1 SMA) di Bondowoso Jawa Timur mengalami gangguan kejiwaan akbibat kecanduan gadget dan laptop. Gangguan yang dialami tergolong cukup parah, sampai membentur-benturkan kepalanya ke tembok ketika sangat ingin menggunakan gadget namun tidak mendapat izin orang tua. Alhamdulillah kedua anak ini telah mendapatkan perawatan dari Dokter Spesialis Jiwa RSUD Koesnadi Bondowoso Jawa Timur (dilansir antaranews.com, 11/1/2018)

Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Semoga anak-anak kita jadi anak yang sholeh/sholehah, cerdas dan kuat. Aamiin (feby)

WhatsApp chat