Gempa besar yang melanda Kabupaten Lebak, Banten pada pukul 13.34 Wib hari selasa 23 Januari 2018 yang lalu membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Dampak kerusakan bangunan – bangunan pun tidak sedikit. Gempa memang menjadi momok yang menakutkan di Indonesia sampai saat ini dan kedepannya. Menurut para ahli itu karena Indonesia ada pertemuan tiga lempeng utama dunia (lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik).

Pada tulisan kali ini, kita akan mengupas lebih jauh tentang gempa – gempa besar yang pernah terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 18 tahun terakhir (sejak tahun 2000 gempa Bengkulu). Gempa dengan kekuatan besar yang dimaksud adalah gempa dengan Magnitudo 8,0 Skala Ricter (SR) ke atas. Jika kita mengambil dari 6,0 SR, maka penulis mencatat ada sekitar 15 kali gempa dalam kurun waktu 18 tahun terakhir.

Menurut data yang ada, tercatat 4 kali Indonesia dilanda gempa dengan kekuatan di atas 8,0 SR dalam kurun 18 tahun terakhir. Gempa-gempa tersebut sangat berdampak dalam kehidupan social masyarakat pada tempat yang dilanda. Baik, tanpa memperpanjang mukadimah, mari kita langsung saja. Gempa – gempa tersebut antara lain;

1. Tsunami Aceh (Magnitude 9,3 SR)
Tentu kita masih ingat dengan kejadian tsunami Aceh. Sangat mengerikan. Hampir seluruh stasiun TV, baik nasional maupun internasional, memusatkan perhatiannya ke daerah “Serambi Makkah” itu. Tepatnya pada malam natal 25 Desember 2004 sekaligus malam Minggu menjelang tahun baru 2005. Sebagian muda mudi dan turis asing keluar hanya untuk berpesta pora dan bersenang-senang belaka. Allah kirimkan gelombang besar yang melebihi 3 kali tinggi pohon kelapa dengan didahului oleh gempa dengan kekuatan 9,3 SR.

Saking besarnya gempa ini menghantam wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Bahkan disebut-sebut sebagai gempa terdasyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Tercatat korban di Indonesia yang meninggal diperkirakan 170.000 jiwa tewas, hilang mencapai 37.063 jiwa dan kehilangan tempat tinggal sebanyak 517.000 jiwa dan ratusan kilometer lingkungan di sepanjang garis pantai hancur. Bahkan dibutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk recovery fisik dan psikis Nangroo Aceh Darussalam.

2. Gempa Sumatera (Magnitudo 8,9 SR)

Gempa berikutnya yang tidak kalah dahsyat adalah gempa bumi sumatera pada tanggal 11 April 2012, tepapnya pukul 15:38 WIB. Gempa ini berkekuatan 8,9 SR dan dapat dirasakan getarannya di pesisir pantai barat sumatera. Gempa ini terjadi pada kedalaman 22.9 km dengan pusat gempa berada 500 km dari kota Banda Aceh, Aceh. 5 orang tewas karena shock dan terkena serangan jantung, sementara itu 1 orang dilaporkan kritis dan 6 orang lainnya mengalami luka-luka.

3. Gempa Nias (Magnitudo 8,7 SR)
Masyarakat Nias dan sekitarnya yang sedang asyik tidur lelap pada malam 28 Maret 2005, Sumatera 2005, dikejutkan oleh getaran keras gempa bumi yang membuat mereka lari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Ya, gempa yang sangat besar, gempa berkekuatan 8,7 SR terjadi sekitar pukul 23.09 WIB menjelang tengah malam. Pusat gempanya berada 30 km di bawah permukaan Samudra Hindia, 200 km sebelah barat Sibolga, Sumatera atau 1400 km barat laut Jakarta, sekitar setengah jarak antara pulau Nias dan Simeulue.

Gempa dahsyat in bahkan getarannya bisa dirasakan hingga Bangkok, Thailand, sekitar 1.000 km jauhnya. BMKG sampai mengeluarkan peringatan dini tsunami, meskipun pada akhirnya tidak terjadi. Korban jiwa yang meninggal adalah 530 orang, sedangkan ribuan orang cedera ringan sampai berat.

4. Gempa Mentawai (Magnitudo 8,3 SR)
Gempa bumi berkekuatan 8,3 skala Richter (SR) mengguncang Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (2/3/2016). Gempa besar itu berpotensi tsunami. Gempa berlangsung pada pukul 19.49 WIB. Pusat gempa berada di 5,16 LS, 94,05 BT, atau sekitar 682 kilometer barat daya Mentawai.

Gempa dahsyat ini menyebabkan terjadi kepanikan dan kemacetan lalu lintas di beberapa tempat karena ada peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh. Di beberapa tempat terjadi kepanikan, kemacetan lalu lintas karena banyak masyarakat yang membawa kendaraan bermotor.

Gempa – gempa yang telah dipaparkan di atas hanya sedikit dari gempa – gempa yang pernah terjadi di Indonesia. Apalagi jika kita melihat gempa – gempa besar di dunia yang juga tak kalah banyak. Di seluruh benua, tercatat sampai sekarang pernah semua mengalami gempa – gempa besar yang meluluhlantakkan bagunan-bagunan yang ada.

Terlepas dari alasan penyebab gempa dari sisi teori ilmu pengetahuan, kita sebagai seorang muslim tentu bisa mengambil pelajaran dengan cara yang berbeda. Jika kita menelisik lebih dalam maka kita akan menemukan bahwa banyaknya gempa bumi itu menandakan bahwa bumi ini umurnya sudah tua. Ini sesuai dengan apa yang telah diberikan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa pada akhir zaman nanti gempa bumi akan banyak terjadi.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak terjadi hari kiamat dan sehingga dihilangkannya ilmu, banyak gempa bumi.” (HR. Bukhari, no. 978)

Dalam hadits yang lain diriwayatkan bahwa pada waktu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk – duduk bersama para sahabatnya, beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Sebelum terjadinya kiamat akan terjadi kematian-kematian yang mengerikan, dan sesudahnya akan terjadi tahun-tahun gempa bumi.” (HR. Imam Ahmad)

Astaghfirullah…. Mari kita banyak ber-istighfar memohon ampun kepada Allah Subhanallahu Wata’ala dan agar kita senantiasa diberi petunjuk ke jalan yang lurus serta terhindar dari segala mara bahaya.

Oleh Feby Arma Putra (Pengajar SMPIT Insan Cita Serang)

Sumber bacaan :
• http://wikipedia.com
• http://E-journal.bppt.go.id
• http://id.portalgaruda.org
• http://bmkg.go.id
• http://kompas.com
• http://iptek.its.ac.id

WhatsApp chat