Jangan sampai ketinggalan untuk ikut dalam agenda Open Day Care ini ya!
“Jalin Silaturahmi, Gali Potensi dan Pacu Prestasi”

Segera daftarkan dirimu dan sekolah kamu, dan jadi bagian seru dalam acara Silaturahmi Generasi Islami, Cerdas dan Santun 🎉
.
Free Biaya registrasi
Tunggu apa lagi, yuk langsung daftar
*Pertanyaan dan Pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi
Ummi Kulsum 087783937766
.
Islami Cerdas Santun!
Open Day Care 2020

Terbaik! SMAIT Insan Cita Serang Juara II Lomba KIR di Mustahzan Fajrul Karim

Terbaik! SMAIT Insan Cita Serang Juara II Lomba KIR di Mustahzan Fajrul Karim


TIM unggulan dari siswa Terbaik di SMAIT Insan Cita Serang yang beranggotakan Huzaifah ‘Alim, Muhammad Idlan Fathuddin dan Abdurrahman Azzam, menyabet Juara II dalam Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat SMA dalam Perlombaan Mustahzan Fajrul Karim, Minggu (17/11/2019).
Lomba yang bertemakan Hiasi Dunia dengan Akhlaq Al-Qur’an, membawa Tim Hebat ini untuk membuat Karya Ilmiah yang Berjudul “PEMUDA MASA KINI ADALAH GENERASI MASA DEPAN BERSAMA AL-QUR’AN”
Sebanyak peserta dari berbagai SMA sederajat mengikuti Perlombaan tahunan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Fajur Karim.
Tahapan demi tahapan telah dilalui, sampai pada babak presentasi, tim dari SMAIT INSAN CITA SERANG berhasil menampilkan Presentasi yang baik serta dapat menyakinkan dewan juri dan keluar sebagai juara melalui judul yang sangat memukau, mengangkat tentang Generasi muda yang akan mampu membangun bangsa dengan baik adalah dengan menumbuhkan generasi muda yang cinta terhadap Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan pedoman yang agung dan tidak ada bandingannya di dunia, sebagai petunjuk hidup paling lengkap dan sempurna. Apabila generasi muda masa kini juga merupakan generasi Qurani maka kemajuan bangsa Indonesia sudah ada didepan mata.
‘Alim, siswa kelas XI yang ditunjuk sebagai ketua tim, menuturkan:
“Kami sangat Bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih atas dukungan Sekolah terutama Kepala Sekolah dan Guru Pembimbing Kami sehingga kami dapa berhasil sampaiproses ini, dan kami akan terus belajar lagi untuk dapat memberikan yang terbaik pada sekolah dan orangtua kami” kata ‘Alim.
Perjuangan mereka tidak mudah. Mereka siswa yang tinggal di Pondok Pesantren Insan Cita Serang, harus bisa membagi waktu dengan baik antara kegiatan penelitian karya tulis dengan kegiatan lain baik yang ada di sekolah maupun kepesantrenan.
Namun berkat kedisipilinan mereka mengatur waktu serta bimbingan guru pembina KIR, dan di akhirnya usaha itu membuahkan hasil.
Nasrudin, S.Ud., M.Ag, Kepala SMAIT Insan Cita Serang, mengapresiasi para siswanya yang telah mengukir prestasi itu.
“Alhamdulillah, senang tentunya juga bangga atas perjuangan dan pengorbanan, usaha dan kerja keras siswa kami, dan kesabaran Pembimbing mereka menyisikan waktu untuk Persiapan Lomba KIR ini. Waktu tidur merka kurangi waktu istirahat mereka batasi, waktu bermain mereka tinggalkan, semoga berkah atas capaian ini dan tentu ini menjadi nilai yg bagus untuk anak-anak. Kepercayaan diri mereka sudah sempurna sekarang, pengalaman kemaren akan dijadikan pembelajaran untuk kebaikan kedepan.” tuturnya.
Beliau menambahkan “Pesan saya, jangan puas atas capaian ini. Senantiasalah bersyukur masih banyak yang harus di gali dan diperbaiki. Kita belum yang pertama tapi InsyaAllah akan ada masanya kita yang terbaik. Tetap rendah hati dan ambilah pelajaran dari pengalaman yang lalu.
Juara ini jadikanlah sebagai bonus dari Allah, karena sejatinya usaha dan kerjakeras kalianlah yang menghantarkan capaian ini berada ditangan kalian. Mengikuti kempetisi itu bukan sekedar untuk mengumpulkan banyak piala lalu dipajang indah dilemari,tapi kempetisi itu sejatinya untuk mengumpulkan banyak pahala dan dijadikan penolong bagi masa depan Syurga. Sekolah memberikan ruang seluas-luasnya bagi para siswa untuk mengembangkan diri dalam bidang akademik maupun nonakademik sesuai dengan minat dan bakat.” ujarnya.

SMPIT ICS 3 Tahun Berturut-turut Juara Gerak Jalan

SMPIT ICS 3 Tahun Berturut-turut Juara Gerak Jalan

Ada yang menarik dalam perayaan HUT RI ke-74 yang lalu. Pasalnya SMPIT ICS menyabet gelar juara untuk yang ketiga kalinya.

Pada penampilan kali ini, Tim SMPIT ICS mengadakan atraksi sekitar 2 menit sebelum melangkah gerak jalan. Saat bendera merah putih dibentangkan, pecah aplaus dari penonton.

SMPIT ICS tampil perdana dalam perlombaan gerak jalan pada HUT RI ke-72 tahun 2017 tingkat kecamatan Gunungsari menyabet juara kedua.

Pada tampil kedua dalam perlombaan gerak jalan yaitu dalam rangka HUT RI ke-73 tahun 2018, masyarakat menunggu-nunggu. Karena yang ditampilkan dari ICS, bukan sekedar gerak jalan. Tetapi ada atraksinya yang bikin heboh.

Pada saat peringatan puncak HUT RI tanggal 17 Agustus 2018, yang dilaksanakan dengan Upacara Bendera di Kecamatan Gunungsari, diumumkan SMPIT ICS berhasil menjadi juara pertama.

Sentuhan Pelatih Yang Khas

Keberhasilan menjadi juara gerak jalan 3 tahun berturut-turut, tidak lepas dari peran palatih Ust Aji Nikmatullah, Lc. Ust Aji, biasa dipanggil, mempunyai sentuhan yang khas untuk menjadikan anak yang disiplin, bersungguh-sungguh dan fokus.

Ustadz alumni gontor ini sudah biasa mengelola event yang melibatkan banyak orang sehingga menjadi enak dilihat. Salah satu hasilnya adalah gerak jalan yang dimulai dengan pertunjukan sehingga menjadi heboh dan enak dinikmati.

Selamat kepada para ustadz dan Tim Gerak Jalan ICS. Kalian memang layak jadi juara.(hbb)

 

APA ITU PESANTREN TERPADU ?

APA ITU PESANTREN TERPADU ?

Mungkin ada yang bertanya-tanya ketika membaca nama Pesantren Terpadu Insan Cita Serang (ICS). Apa maksud dari Pesantren Terpadu itu? Apalagi pada masa sekarang, yang  dikenal cuma 2 istilah Pesantren Salafiyah dan Pesantren Modern.

Pesantren Salafiyah lebih identik dengan Pesantren yang hanya mengajarkan pendidikan agama saja dengan pola pengajaran dan pengelolaan tradisional. sedangkan Istilah Pesantren Modern dilekatkan pada pesantren yang menggunakan sistem pengajaran pendidikan umum (Matematika, Fisika dan lain – lain) tanpa meninggalkan Pendidikan agama. cuma porsi pendidikan agama memang lebih besar dibandingkan pendidikan umumnya.

Adapun pola pendidikan yang diterapkan dalam Pesantren Terpadu Insan Cita Serang (ICS) menggabungkan konsep Pesantren Salafiyah (tradisional) dan Konsep Pesantren Modern dengan basis tarbiyah. Kenapa ini diambil? Karena menurut Pengasuh Pesantren Terpadu Insan Cita Serang (ICS), KH. Sudarman Ibnu Murtadho, Lc., ikon pesantren itu kitab kuning dengan pengelolaan secara modern.

“Ikon-nya pesantren itu terdapat dalam kitab – kitab klasik Islam yang selama berpuluh tahun diajarkan di Pesantren. Sebuah Pesantren tanpa pembelajaran kitab – kitab klasik Islam ibarat Pesantren yang kehilangan ruh kepesantrenannya. Dibingkai dengan tarbiyah”.

Pesantren Terpadu berbasis tarbiyah dengan 10 target capaian santri

  1. Salimul Aqidah (Good Faith)
  2. Shohihul Ibadah (Right Devotion)
  3. Mantiqul Khuluq (Strong Character)
  4. Qowiyul Jismi (Physical Power)
  5. Mutsaqqoful Fikri (Thinking Brilliantly)
  6. Mujahatun Linafsihi (Continence)
  7. Haritsun ‘ala Waqtihi (Good Time Management)
  8. Munazhzhamun fi Syu’ unihi (Well Organized)
  9. Qodirun ‘alal Kasbi (Independent)
  10. Naafi’ un Lighoirihi (Giving Contribution)

KITAB KUNING

Sejak awal tumbuh dan berkembangnya Pesantren, Pembelajaran kitab – kitab klasik telah diterapkan sebagai usaha untuk mengokohkan tujuan utama pendidikan di Pesantren, membentuk kader ulama masa depan. Sehingga pembelajaran kitab – kitab klasik itu adalah bagian yang tak dapat dipisahkan satu sama lain.

Istilah kitab-kitab Islam klasik dalam dunia kepesantrenan, lebih dikenal dengan sebutan “kitab kuning”. Penyebutan istilah kemungkinan tersebut guna membatasi dengan tahun karangan kitab – kitab tersebut atau karena kertasnya yang berwarna kuning dulu.

Kitab-kitab kuning ini biasanya diajarkan oleh pengasuh pondok (Kyai) atau ustadz. Adapun kitab-kitab kuning yang diajarkan di Pesantren biasanya yaitu: (1) Nahwu (syntax) dan Sharaf (morfologi), (2) Fiqih (hukum), (3) Ushul Fiqh (yurispundensi), (4) Hadits, (5) Tafsir, (6) Tauhid (theologi), (7) Tasawuf dan Etika, (8) Cabang-cabang lain seperti Tarikh (sejarah) dan Balaghah. Kitab tersebut diajarkan secara berjenjang sesuai kemampuan para santri.

AYO MONDOK DI ICS

Ayo daftarkan putra-putri anda, belajar bersama kami Pesantren Terpadu Insan Cita Serang (ICS), Info hubungi (Whatsapp):

http://bit.ly/mohoninfoicsakhwat

http://bit.ly/mohonInfoicsikhwan

 

Diolah dari berbagai sumber

Bagi Santri ICS, Bahagia itu Sederhana

Bagi Santri ICS, Bahagia itu Sederhana

Banyak orang yang menginginkan kebahagiaan, tetapi sampai saat ini belum juga merasakan kebahagiaan itu. Mereka beranggapan kebahagiaan itu akan didapat jika kaya raya, punya pangkat dan jabatan yang tinggi, atau kalau sudah memiliki segalanya. Bahagia itu sebenarnya tidak banyak syaratnya, semakin banyak syaratnya semakin sulit untuk berbahagia. Bagi santri, bahagia itu tidak rumit untuk diperoleh. Cukup diizinkan mandi hujan sampai basah kuyup semua. Itulah yang terlihat pada hari sabtu (23/02/2019) kemarin.

Seperti biasa jam 10.00 pagi latihan Pramuka dimulai dengan upacara. Kak Untung Triantoro, Pembina Pramuka SIT Insan Cita Serang (ICS), menginstruksikan para santri untuk mencari beraneka ragam tumbuhan yang bermanfaat untuk kehidupan, dan setelah ditemukan nanti, setiap regu harus menjelaskan fungsi dan manfaat dari masing – masing tumbuhan yang telah diperolehnya. Setiap regu mulai mencari tumbuhan tersebut, setiap regu tidak diperkenankan membawa hasil yang sama dengan regu yang lain.

Para santri yang telah terbagi dalam beberapa regu berlomba mencari yang diinstruksikan oleh Kakak pembina. Mereka menyebar ke seluruh penjuru mata angin agar mendapatkan hasil yang berbeda. Dapat 1 (satu) langsung berlari untuk dilaporkan karena khawatir ada kesamaan dengan regu yang lain.

Tiba – tiba sekitar pukul 11.20 Wib hujan mengguyur kampus Pesantren Terpadu ICS. Kak Untung Triantoro mencoba memanggil para santri untuk berteduh karena semua sedang berada di lapangan. Karena mungkin merasa “kagol” sekalian saja para santri tetap menjalankan tugasnya di bawah guyuran hujan. Sekitar 10 menit mencari dan tugas selesai, ternyata ke-asyik-an mandi hujan.

Jadilah momen hujan ini dibuat permainan oleh para santri, main kejar – kejaran dalam kelompok. Seolah seperti biasa tanpa hujan. Yang Akhwat siram – siraman, tidur di lantai yang ada cucuran air hujannya. Keceriaan dan kebahagiaan terpancar dari senyum sumringah dan gelak tawa bahagia mereka.

Kegiatan mandi hujan ini segera berubah menjadi barisan santri yang berbaris untuk wudhu’ setelah terdengar lantunan suara adzan dari Masjid Pesantren. Setelah wudhu santri berbaris rapi membuat shaf untuk shalat berjamaah di lapangan di bawah guyuran hujan dengan imam sholat Ketua Badan Eksekutif Santri ICS, Huzaifah ‘Alim. Kebahagiaan, keceriaan bercampur kesyahduan.

Ternyata bagi para santri, bahagia itu sederhana 

Semoga tempaan tarbiyah membuat mereka teguh dan tangguh menghadapi hujan dan badai dalam kehidupan. Aamiin

Bazar Santri di ODC ICS 2019, Laris Manis

Bazar Santri di ODC ICS 2019, Laris Manis

Dalam Kegiatan Open Day Care (ODC) Insan Cita Serang 2019 (16/02/2019) yang tahun ini berlangsung meriah, ada kegiatan yang tidak kalah serunya dibandingkan perlombaan – perlombaan yang diselenggarakan, yaitu Bazar Santri. Produk yang dijual beragam, mulai dari pakaian hingga makanan yang diatur agar makanan yang dijual adalah makanan yang Halal dan Thoyyib. Bazar ini dikoordinir oleh Pengurus Badan Eksekutif Santri (BES) Pesantren Terpadu Insan Cita Serang. Setiap perwakilan kelas diberi ruang untuk mengikuti program bazar ini.

Agenda ini adalah selain memang untuk memeriahkan kegiatan ODC ICS 2019, juga bertujuan mengajarkan para santri secara langsung transaksi jual beli yang sesuai dengan Syari’at Islam dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship pada para santri.

Para santri juga diharapkan belajar mengelola sebuah bisnis kecil mulai dari awal. Belajar merencanakan apa yang harus dijual, berapa modal yang dibutuhkan, belajar menyiapkan semua bahan yang akan dijual sendiri, belajar kepercayaan diri dan tanggungjawab mengelola keuangan dan belajar mengevaluasi bisnisnya apakah untung atau merugi serta mencari solusi pemecahan masalah yang mereka hadapi.

Antusiasme para santri sudah terlihat dari 1 pekan sebelum pelaksanaan. Ketika diumumkan kelas mana yang mau ikut berpartisipasi dalam bazar santri, hampir mayoritas kelas mendaftar. Bahkan meskipun setiap stand yang akan mereka isi juga dikenai biaya.

Akhmad Fauzi, santri kelas 9 SMPIT ICS, adalah salah satu peserta bazar. Ketika ditemui di lokasi bazar mengatakan sangat merasa senang bisa jualan di stand bazar ini. Dia juga membuat catatan pengeluaran atau modal yang dikeluarkan secara rinci di dalam buku catatan keuangannya.

“Alhamdulillah, kami senang bisa ikut jualan. Biar bisa dapat untung. Kalau banyak bisa untuk tabungan dan nambah uang jajan.” tutur fauzi, sapaan akrabnya.

Pada akhir bazar, Alhamdulillah total pendapatan bazar Fauzi Cs mencapai Rp. 1.000.000,-. Meskipun demikian masih ada barang yang belum terjual. Barang yang terjual itu akan coba tawarkan ke kantin, tetapi setelah kami olah dulu. Jadi yang dijual di kantin adalah hasil olahan mereka.

Fatimah Azzahra, Khadijah Amor An-nabawi dan Ananda Hersetyarani menceritakan keseruan kelas 9 Akhwat dalam bazar santri ini. Satu kelasnya berkolaborasi dan bergantian menjaga stand bazar karena ada sebagian juga yang menjadi panitia lomba.

“Alhamdulillah laris manis, banyak yang beli. Mulai dari santri ICS, peserta lomba, para asatidz/ustadzat dan wali santri yang hadir. Dari modal sebesar Rp. 280.000,-, alhamdulillah pendapatannya mencapai Rp. 893.000,- dalam satu hari.” jelas ketiganya dengan penuh semangat.

Dalam pengamatan ICS online, para peserta yang hadir dari berbagai sekolah di Provinsi Banten dalam ODC ICS 2019 tahun ini lebih ramai, sehingga membuat standa bazar santri laris manis diserbu pembeli. Udara sejuk daerah pengunungan pun menambah betah para peserta untuk “nongkrongin” bazar santri ICS sambil berkenalan dengan penjaga stand bazarnya. Bahkan setelah acara selesai-pun, ada Sekolah peserta dari Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang masih bertahan menikmati indahnya alam dan membeli jualan yang masih tersisa.

Ketua Umum Panitia ODC ICS 2019, Rizal Firdaus, mengingatkan agar seluruh santri yang ikut bazar untuk teliti, jujur. Agar ilmu yang diperoleh dari praktek lapangan ini bisa dicoba ketika nanti ingin memulai bisnisnya.

“Kami telah mengingatkan para santri, ketika briefing stand bazar, agar teliti dan jujur. Bisnis harus teliti agar untung dan Jujur agar bisnisnya berkah. InsyaAllah kalau proses lapangan ini dilakukan dengan benar, kami yakin santri bisa menjadi para entrepreneur muda yang sukses ke depannya” Jelas Ustad Rizal.

Semoga dari ICS tumbuh entrepreneur muda berbakat. Aamiin

WhatsApp chat