Dalam Kegiatan Open Day Care (ODC) Insan Cita Serang 2019 (16/02/2019) yang tahun ini berlangsung meriah, ada kegiatan yang tidak kalah serunya dibandingkan perlombaan – perlombaan yang diselenggarakan, yaitu Bazar Santri. Produk yang dijual beragam, mulai dari pakaian hingga makanan yang diatur agar makanan yang dijual adalah makanan yang Halal dan Thoyyib. Bazar ini dikoordinir oleh Pengurus Badan Eksekutif Santri (BES) Pesantren Terpadu Insan Cita Serang. Setiap perwakilan kelas diberi ruang untuk mengikuti program bazar ini.

Agenda ini adalah selain memang untuk memeriahkan kegiatan ODC ICS 2019, juga bertujuan mengajarkan para santri secara langsung transaksi jual beli yang sesuai dengan Syari’at Islam dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship pada para santri.

Para santri juga diharapkan belajar mengelola sebuah bisnis kecil mulai dari awal. Belajar merencanakan apa yang harus dijual, berapa modal yang dibutuhkan, belajar menyiapkan semua bahan yang akan dijual sendiri, belajar kepercayaan diri dan tanggungjawab mengelola keuangan dan belajar mengevaluasi bisnisnya apakah untung atau merugi serta mencari solusi pemecahan masalah yang mereka hadapi.

Antusiasme para santri sudah terlihat dari 1 pekan sebelum pelaksanaan. Ketika diumumkan kelas mana yang mau ikut berpartisipasi dalam bazar santri, hampir mayoritas kelas mendaftar. Bahkan meskipun setiap stand yang akan mereka isi juga dikenai biaya.

Akhmad Fauzi, santri kelas 9 SMPIT ICS, adalah salah satu peserta bazar. Ketika ditemui di lokasi bazar mengatakan sangat merasa senang bisa jualan di stand bazar ini. Dia juga membuat catatan pengeluaran atau modal yang dikeluarkan secara rinci di dalam buku catatan keuangannya.

“Alhamdulillah, kami senang bisa ikut jualan. Biar bisa dapat untung. Kalau banyak bisa untuk tabungan dan nambah uang jajan.” tutur fauzi, sapaan akrabnya.

Pada akhir bazar, Alhamdulillah total pendapatan bazar Fauzi Cs mencapai Rp. 1.000.000,-. Meskipun demikian masih ada barang yang belum terjual. Barang yang terjual itu akan coba tawarkan ke kantin, tetapi setelah kami olah dulu. Jadi yang dijual di kantin adalah hasil olahan mereka.

Fatimah Azzahra, Khadijah Amor An-nabawi dan Ananda Hersetyarani menceritakan keseruan kelas 9 Akhwat dalam bazar santri ini. Satu kelasnya berkolaborasi dan bergantian menjaga stand bazar karena ada sebagian juga yang menjadi panitia lomba.

“Alhamdulillah laris manis, banyak yang beli. Mulai dari santri ICS, peserta lomba, para asatidz/ustadzat dan wali santri yang hadir. Dari modal sebesar Rp. 280.000,-, alhamdulillah pendapatannya mencapai Rp. 893.000,- dalam satu hari.” jelas ketiganya dengan penuh semangat.

Dalam pengamatan ICS online, para peserta yang hadir dari berbagai sekolah di Provinsi Banten dalam ODC ICS 2019 tahun ini lebih ramai, sehingga membuat standa bazar santri laris manis diserbu pembeli. Udara sejuk daerah pengunungan pun menambah betah para peserta untuk “nongkrongin” bazar santri ICS sambil berkenalan dengan penjaga stand bazarnya. Bahkan setelah acara selesai-pun, ada Sekolah peserta dari Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang masih bertahan menikmati indahnya alam dan membeli jualan yang masih tersisa.

Ketua Umum Panitia ODC ICS 2019, Rizal Firdaus, mengingatkan agar seluruh santri yang ikut bazar untuk teliti, jujur. Agar ilmu yang diperoleh dari praktek lapangan ini bisa dicoba ketika nanti ingin memulai bisnisnya.

“Kami telah mengingatkan para santri, ketika briefing stand bazar, agar teliti dan jujur. Bisnis harus teliti agar untung dan Jujur agar bisnisnya berkah. InsyaAllah kalau proses lapangan ini dilakukan dengan benar, kami yakin santri bisa menjadi para entrepreneur muda yang sukses ke depannya” Jelas Ustad Rizal.

Semoga dari ICS tumbuh entrepreneur muda berbakat. Aamiin

WhatsApp chat