Banyak orang yang menginginkan kebahagiaan, tetapi sampai saat ini belum juga merasakan kebahagiaan itu. Mereka beranggapan kebahagiaan itu akan didapat jika kaya raya, punya pangkat dan jabatan yang tinggi, atau kalau sudah memiliki segalanya. Bahagia itu sebenarnya tidak banyak syaratnya, semakin banyak syaratnya semakin sulit untuk berbahagia. Bagi santri, bahagia itu tidak rumit untuk diperoleh. Cukup diizinkan mandi hujan sampai basah kuyup semua. Itulah yang terlihat pada hari sabtu (23/02/2019) kemarin.

Seperti biasa jam 10.00 pagi latihan Pramuka dimulai dengan upacara. Kak Untung Triantoro, Pembina Pramuka SIT Insan Cita Serang (ICS), menginstruksikan para santri untuk mencari beraneka ragam tumbuhan yang bermanfaat untuk kehidupan, dan setelah ditemukan nanti, setiap regu harus menjelaskan fungsi dan manfaat dari masing – masing tumbuhan yang telah diperolehnya. Setiap regu mulai mencari tumbuhan tersebut, setiap regu tidak diperkenankan membawa hasil yang sama dengan regu yang lain.

Para santri yang telah terbagi dalam beberapa regu berlomba mencari yang diinstruksikan oleh Kakak pembina. Mereka menyebar ke seluruh penjuru mata angin agar mendapatkan hasil yang berbeda. Dapat 1 (satu) langsung berlari untuk dilaporkan karena khawatir ada kesamaan dengan regu yang lain.

Tiba – tiba sekitar pukul 11.20 Wib hujan mengguyur kampus Pesantren Terpadu ICS. Kak Untung Triantoro mencoba memanggil para santri untuk berteduh karena semua sedang berada di lapangan. Karena mungkin merasa “kagol” sekalian saja para santri tetap menjalankan tugasnya di bawah guyuran hujan. Sekitar 10 menit mencari dan tugas selesai, ternyata ke-asyik-an mandi hujan.

Jadilah momen hujan ini dibuat permainan oleh para santri, main kejar – kejaran dalam kelompok. Seolah seperti biasa tanpa hujan. Yang Akhwat siram – siraman, tidur di lantai yang ada cucuran air hujannya. Keceriaan dan kebahagiaan terpancar dari senyum sumringah dan gelak tawa bahagia mereka.

Kegiatan mandi hujan ini segera berubah menjadi barisan santri yang berbaris untuk wudhu’ setelah terdengar lantunan suara adzan dari Masjid Pesantren. Setelah wudhu santri berbaris rapi membuat shaf untuk shalat berjamaah di lapangan di bawah guyuran hujan dengan imam sholat Ketua Badan Eksekutif Santri ICS, Huzaifah ‘Alim. Kebahagiaan, keceriaan bercampur kesyahduan.

Ternyata bagi para santri, bahagia itu sederhana 

Semoga tempaan tarbiyah membuat mereka teguh dan tangguh menghadapi hujan dan badai dalam kehidupan. Aamiin

WhatsApp chat